Oleh: Abdurrahman ibn
Abdil Ghaits
Orang yang meregang
nyawa, di ambang pintu kematian mengalami rasa sakit yang bukan alang kepalang.
Saat-saat kritis itulah yang disebut dengan sekarat atau sakratul maut.Kematian yang wajar
dan normal dapat dikenali dengan beberapa tanda. Di antara tanda-tanda
datangnya kematian itu adalah:
1. Orang yang mau
meninggal akan melihat malaikat maut. Jika dia termasuk calon orang yang
berbahagia maka dia akan melihat malaikat maut dalam rupa yang bagus, dan
melihat malaikat rahmat berwajah putih. Mereka membawa kafan dan tikar dari
sorga. Mereka duduk dari padanya sejauh mata memandang. Kemudian datanglah
malaikat maut seraya duduk di sisi kepalanya dan berkata: “Keluarlah menuju ampunan
Allah dan keridhaan-Nya!” Adapun jika dia termasuk calon orang yang celaka,
maka dia akan melihat malaikat maut dalam rupa yang lain, serta melihat
malaikat adzab menghitam wajahnya. Mereka membawa kafan dan tikar dari api
neraka. Kemudian datanglah malaikat maut seraya duduk di sisi kepalanya dan
memberinya kabar gembira dengan kemurkaan Allah atasnya, dan dia melihat tempat
duduknya di neraka. Berkatalah malaikat maut: “Keluarlah wahai jiwa yang keji,
dan bergembiralah dengan kemurkaan dan kemarahan Allah!”
2. Dengan keadaan yang demikian, saat orang yang mau meninggal melihat malaikat
maut, diapun lemas, tidak bisa berkutik, mual, merasakan pedihnya sekarat, dan
kesusahan, tidak mampu berkata-kata. Dia mendengar tapi tidak mampu menjawab,
melihat tapi tidak mampu menerangkannya, hatipun kacau, detak jantung sudah
tidak beraturan, kadang dia tersadar, kadang dia pingsan karena pedihnya
sakaratul maut. Ya Allah, tolonglah kami atas sakaratul maut.
Tanda-tanda yang
menunjukkan seseorang itu telah meninggal:
1. Terbelalaknya mata, berdasarkan hadits Ummu Salamah, dia berkata :
“Rasulullah masuk kepada Abu Salamah, sementara matanya telah terbelalak
kemudian Nabi memejamkannya seraya bersabda: ”Sesungguhnya jika roh itu
dicabut, mata akan mengikutinya….” (HR. Muslim dan Ahmad)
2. Condongnya hidung kearah kanan atau kiri
3. Kendur (terbuka)nya rahang bawah, karena kendurnya seluruh anggota tubuh
secara umum.
4. Diam dan berhentinya detak jantung.
5. Mendinginnya seluruh tubuh secara umum.
6. Merapatnya betis kanan dengan betis kiri, dan sebaliknya berdasarkan firman
Allah : “Dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan).” (QS. al-Qiyamah: 29)
Apa yang harus kita
lakukan setelah kita yakin akan kematiannya?
1.Memejamkan kedua matanya
2. Menutupkan mulutnya
3. Melemaskan tulang-tulang persendian seketika, satu jam setelah kematiannya,
untuk memudahkan pemindahan, pemandian dan pengkafanannya.
4. Meletakkan pemberat yang sesuai di atas perutnya agar tidak menggelembung
jika tidak disegerakan prosesi pemandiannya.
5. Menutup seluruh lubang tubuh hingga diselenggarakan perawatannya.
6. Mempercepat penyelenggaraan jenazah, berdasarkan sabda Nabi “Bersegeralah
kalian (menyelenggarakan) jenazah, jika dia shalih, maka sebuah kebaikan telah
kalian ajukan, jika selain itu maka sebuah keburukan yang kalian letakkan dari
leher-leher kalian.” (HR. Bukhari)
7. Bersegera membayarkan hutangnya, berdasarkan hadits Abu Hurairah dari Nabi
beliau bersabda:”Jiwa seorang mukmin tergadaikan oleh hutangnya hingga
dilunasi.” (HR. Turmudzi)
Khusnul khatimah dan
tanda-tandanya:
1. Hadits pertama dari Mu’adz, dia berkata, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa
akhir ucapannya di dunia ini adalah Laa Ilaha Ilallah, dia masuk sorga.” (HR.
Abu Dawud, dan al-Hakim)
2. Hadits kedua dari Buraidah ibn Hushaib dia berkata, aku mendengar Rasulullah
bersabda: “Kematian seorang mukmin (ditandai dengan) keringat di dahi.” (HR.
Ahmad, Nasa’i, Turmudzi dan lainnya)
3. Hadits ketiga dari Abdullah ibn ‘Amr, dia berkata, Rasulullah bersabda:
“Tidak ada seorang muslimpun yang meninggal pada hari jum’at atau malam jum’at
melainkan dia akan dibebaskan dari siksa kubur.” (HR. Turmudzi)
4. Dan di antara tanda khusnul khatimah adalah mati di saat menjalankan
keta’atan kepada Allah dan rasul-Nya, seperti meninggal dalam keadaan shalat,
atau puasa, atau haji, umrah atau dalam keadaan berjihad di jalan Allah atau
dalam dakwah kepada Allah. Dan barangsiapa dikehendaki baik oleh Allah, Dia
akan memberinya taufik untuk beramal shalih kemudian mencabut nyawanya.
5. Pujian baik oleh sekumpulan kaum muslimin atasnya, berdasarkan hadits Anas,
dia berkata, (Para sahabat) pernah melewati sebuah jenazah, kemudian mereka
memuji kebaikan atasnya. Maka Nabi bersabda: “Wajib.” Kemudian mereka melewati
sebuah jenazah yang lain, lalu mereka mengutarakan keburukannya. Maka Nabi
bersabda: “Wajib.” Maka Umar berkata: “Apa yang wajib?” Beliau bersabda:
“Yang ini kalian menyebut baik atasnya, maka wajib baginya sorga, sementara
yang itu kalian menyebut buruk atasnya maka wajib baginya neraka, kalian adalah
saksi Allah di bumi-Nya.” (HR. Bukhari Muslim)
6. Tanda-tanda yang bisa dilihat dari si mayit setelah kematiannya:
a. Senyuman di wajah
b. Terangkatnyajari telunjuk, yang menunjukkan syahadat tauhid
c. Bersinar, dan bercahayanya wajah karena kegembiraan menerima kabar gembira
yang didengarnya dari malaikat maut.
Adapun tanda su’ul
khatimah banyak dan bermacam-macam, di antaranya:
1. Mati di atas kesyirikan, atau meninggalkan shalat dengan meremehkan
perintah-perintah Allah dan rasul-Nya, begitupula mereka yang mati saat
mendengarkan nyanyian (musik), suara seruling, sinema, atau film komedi, dan
mereka yang mati di atas perbuatan-perbuatan keji secara umum, begitupula yang
mati dengan khamr (miras) dan narkoba.
2. Di antara tanda yang tampak pada mayat setelah kematiannya adalah; murung,
gelap dan menghitamnya wajah, karena kengerian yang dirasakan saat mendengar
berita buruk tentang murka Allah dari malaikat maut. Kadang-kadang warna hitam
ini menyelimuti seluruh tubuh -wal ‘iyadzu billah-.
Saya nasihatkan kepada
orang-orang yang sembrono dalam menunaikan ibadah shalat —terutama yang
meninggalkannya— agar segera bertaubat kepada Allah, dan segera menjaga shalat
tersebut hingga mendapatkan kekhusyu’an di dalamnya. Dikarenakan shalat adalah
tiang agama Islam, dan sesungguhnya (pembatas) antara seseorang dengan
kekufuran adalah meninggalkan shalat sebagaimana suri tauladan dan Nabi kita
Muhammad telah mengajarkan: “Perjanjian antara kita dan mereka (orang-orang
munafik) adalah shalat, maka barangsiapa meninggalkannya, dia telah kufur.”
(HR. Ahmad dan Malik)
Shalat adalah
sebenar-benar perisai bagi pelakunya, dialah pencegah dari perbuatan keji dan
munkar, Allah berfirman : “Sesungguhnya shalat itu mencegah dari
(perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al-Ankabut: 45)
Maka di manakah anda
—mudah-mudahan Allah menjaga anda- dari perisai ini?! Di manakah anda dari
sungai yang akan menghapus dosa-dosa anda sebanyak lima kali dalam sehari
semalam ini? Bertaubatlah saudaraku sekarang juga, sebelum hilangnya
kesempatan! Dan sebelum datangnya malaikat maut secara tiba-tiba. Dikarenakan
panen dari sesuatu yang telah engkau tanam di dunia dimulai saat malaikat maut
memerintahkan ruh untuk keluar darimu. Maka bercocok tanamlah kebaikan, engkau
akan senang dengan hasilnya!
Adapun orang yang
berpaling dari kebaikan ini, dan dia meninggalkan shalat, maka tanda-tanda
su’ul khatimahnya adalah hitam yang menyelimuti seluruh tubuhnya saat
jenazahnya dimandikan. Kita berlindung kepada Allah dari kehinaan.
(Abdurrahman ibn Abdil
Ghaits; dalam Kitab Al-Wajiz fi Tajhizil Jinazah)
Disalin oleh oryza
dari Qiblati edisi 02 tahun 02
No comments:
Post a Comment